Skip to content
Juli 13, 2012 / .*-- My Blog --*.

Cara Keliru yang Sering Dilakukan Saat Menolong Orang Stroke

Ada perilaku di masyarakat yang menusuk jarum atau menyilet sedikit kulit pada orang yang terkena stroke hingga keluar darahnya. Konon tujuannya untuk memperlancar aliran darah yang tersumbat akibat stroke.

Bagian yang ditusuk jarum supaya darah keluar itu dilakukan di semua ujung jari atau di telinga. Kemudian ada juga tindakan menarik-narik telinga jika melihat pasien serangan stroke yang mulutnya mencong.

Sayangnya, tindakan itu sama sekali belum ada buktinya bahkan cenderung melukai si penderita. Tidak ada bukti empiris perlakukan menusuk jarum atau menarik-narik kuping sebagai pertolongan pertama untuk serangan stroke.

“Banyak sekali hal-hal di masyarakat yang salah kaprah mengenai berbagai macam cara yang dilakukan saat darurat, misalnya menusuk dengan jarum. Sebetulnya cara ini tidak terbukti secara empiris bisa menyembuhkan fase awal stroke,” ujar Dr Manfaluthy Hakim, SpS(K) dari departemen neurologi FKUI.

Dr Luthy menuturkan cara yang paling tepat dalam penanganan stroke adalah segera bawa ke rumah sakit, ini karena keberhasilan stroke sangat dipengaruhi oleh waktu. Dr Luthy biasa menyebut golden period untuk stroke adalah 3 jam setelah serangan awal.

“Jika ditolong dalam waktu golden period ini maka kemungkinan untuk pulihnya lebih besar dibanding orang yang terlambat ditolong,” ujar dokter yang lahir di Jakarta 49 tahun silam.

Jika mengalami atau melihat gejala seperti ini tiba-tiba mengalami kelumpuhan di salah satu sisi tubuh, bicara pelo, kesemutan di sebelah bagian tubuh atau tidak sadarkan diri sebaiknya langsung di bawa ke rumah sakit untuk ditangani dan diobati.

Jangan ditunda-tunda lagi atau mencoba menolong mengobati sendiri, karena seberapa cepat pasien itu mendapatkan pertolongan yang benar maka kerusakan di otak akibat stroke bisa diminimalisir.

Masyarakat kadang ada yang mengenal istilah stroke ringan jika gejala yang muncul tidak terlalu parah atau hanya sedikit tanda dan gejala yang muncul. Tapi masyarakat sebaiknya tidak menganggap remeh kondisi ini.

“Kalau di kita nggak ada istilah stroke ringan, sedang atau berat, semuanya sama yaitu stroke dan penanganannya sama. Karena kalau dibilang stroke ringan dan tidak ada penanganan maka bisa menjadi kondisi yang berat,” ungkapnya.

Misalnya saja penyumbatan di otaknya hanya sedikit tapi jika tidak langsung segera dibawa ke rumah sakit maka bisa menjadi berat, kondisi lainnya seperti pembuluh darah yang pecah sudah meluas bisa membuat pasien tidak tertolong.

Dr Luthy mengungkapkan berdasarkan data dari Riskesdas tahun 2007 diketahui bahwa pada usia 55-64 tahun baik masyarakat yang berada di kota maupun desa, stroke merupakan penyebab utama kematian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: